Kamis, 28 Januari 2010

CREATION: KADO FILM ULANG TAHUN BUAT BAPAK EVOLUSI

Setiap 2 Februari, Darwin Day diperingati di Eropa dan Amerika Serikat layaknya hari suci. Perayaan hari lahir Bapak Evolusi Dunia ini merupakan lambang pengakuan Dunia Ilmu Pengetahuan (Science) dan Kemanusiaan (Humanity). Perayaan ini juga dijadikan ajang penyebarluasan kekeliruan dan pembelaan teori Darwin dengan segala kekuatan dan kelemahan teorinya dihadapan ilmu pengetahuan moderen dengan munculnya teori-teori baru yang lebih meyakinkan.

Teori Darwin dalam karya masyurnya On the Origin of Species By Means of Natural Selection, kemampuan adaptasi makhluk hidup dimana hanya yang kuat yang akan bertahan dan mengalami perubahan terus menerus, diajarkan diseluruh bangku sekolah seantero dunia. Tentu sang guru biologinya, apalagi di negeri yang mengaku berketuhanan dengan mayoritas Islam seperti Indonesia, akan mengimbanginya dengan khotbah agama, (mungkin si guru biologi akan bertanya pada si murid apakah mereka mau dibilang nenek moyang mereka dari monyet, yang tentunya dijawab tidak oleh si murid), kalau perlu dengan menyuruh anak muridnya membaca dan menonton film dokumentasi tandingan Teori Darwin karya Harun Yahya.

Creation bukan film propaganda dari para pendukung Darwin (Evolutionist) kontra para pendukung bahwa semua species diciptakan dengan suatu tujuan tertentu oleh Maha Pencipta (Creationist). Creation adalah film drama keluarga dari seorang yang luar biasa, yang bisa dinikmati siapa saja karena film ini tidak menghadirkan dan memancing perseteruan lama kedua kubu yang saling bertentangan ini. Hanya, kalau dilihat lebih mendalam lagi, film ini menghadirkan tema yang sangat raksasa, perseteruan Sains dan Agama, Keimanan (faith) dan Rasio, terutama lagi Darwin dan Tuhan. Tapi semua tema besar dalam film ini menjadi tidak begitu besar lagi karena kepiawaian sang sutradara menyulapnya menjadi tontonan yang tidak begitu berat.

Penonton tidak harus mengerenyitkan kening berpikir tentang segala macam teori asal usul species. Bisa dikatakan tidak ada percakapan intelektual atau penjelasan yang mengemukakan hipotesa asal usul species dalam karya monumentalnya itu. Meski di beberapa adegan terdapat beberapa pernyataan Darwin dan Huxley yang menunjukkan diri mereka sebagai saintis tulen yang tidak begitu bersimpati pada agama formal. Bahkan, dalam suatu adegan percakapan dimana Huxley berkomentar tentang karya Darwin / teori Evolusi yang akan diselesaikannya sudah berhasil membunuh Tuhan.

Creation adalah film biopik yang diangkat dari buku salah satu keturunan Charles Darwin, Randal Keyne, Annie’s Box. Konsentrasi film ini adalah penggalan masa hidup Darwin yang sudah menetap bersama istri dan anak-anaknya sekembalinya ia dari perjalanan dengan kapal Beagle ke berbagai pelosok daerah yang terkenal sampai lahirnya karyanya On the Origin of Species.

Film ini memperlihatkan hubungan unik Darwin dan istrinya Emma yang seperti langit dan bumi. Darwin sebagai seorang saintis yang skeptis terhadap agama (yang diperankan dengan meyakinkan oleh aktor Inggris Paul Bettany), Emma yang sangat bertolak belakang dalam memandang ilmu pengetahuan saintis, seorang istri yang sangat agamis (dimainkan oleh aktris Jeniffer Connoly).

Mengagumkan sekali, bagaimana pasangan itu bisa hidup berdampingan meski masing-masing punya cara pandang dan keyakinan yang sangat bertolak belakang. Rasa saling hormat dan toleransi yang sangat luar biasa ini ditunjukkan oleh kedua pasangan itu, ketika Darwin menyelesaikan magnum opus nya On the Origin of Species dan menyuruh istrinya untuk membacanya dan menyerahkan keputusan pada istrinya apakah akan diterbitkan atau dibakar saja. Dan diluar dugaan, Emma malah memberi ijin Darwin suaminya untuk menerbitkan buku itu, yang jelas-jelas bertentangan dengan keyakinan nya sendiri.

Adegan sentral film ini lebih banyak dipenuhi oleh hubungan dekat Darwin dengan anak perempuan kesayangannya, Annie. Gadis cilik 10 tahun yang juga mewarisi minat dan bakat Charles Darwin dalam Ilmu Pengetahuan Alam ini meninggal dan dipercaya Darwin disebabkan oleh penyakit genetis faktor kedekatan darah ia dengan Emma istrinya yang juga sepupunya. Bagaimana kepergian Annie ini sangat mempengaruhi hubungan Darwin dan istrinya, Emma.

Alur film dibuat dengan teknik kilas balik (flashback) saat Annie masih hidup dan kemudian melompat setelah Annie meninggal, ketika Darwin ditampilkan berhalusinasi melakukan percakapan dengan Annie. Pemunculan Annie dalam hidup Darwin lebih berupa hantu, sebagaimana orang Inggris yang juga terkenal dengan kepercayaan takhayul. Tapi sebenarnya film ini bukan bermaksud begitu. Pemunculan Annie yang sudah meninggal lebih sebagai usaha untuk menghadirkan Darwin sebagai pribadi yang tertekan dan tercabik khawatir dengan pemikirannya dalam dunia saintis evolusi. Hal ini juga ditambah dengan tenggang rasa dan toleransinya terhadap istrinya dan masyarakat luas terhadap ide evolusi dan seleksi alam yang ia khawatirkan akan merubah cara pandang masyarakat terhadap asal usul kehidupan dan domain ketuhanan. Dalam film kelihatan bagaimana temannya Hooker dan Huxley yang selalu mendorongnya untuk menyelesaikan karyanya itu tapi selalu tertunda terus.

Paul Bettany dengan gemilang berhasil menggambarkan karakter Darwin yang tertekan dan sakit secara fisik, emosi, kejiwaan dan keyakinan hidup. Sebagai seorang saintis yang tetap teguh pada pendirian dasar-dasar ilmu pengetahuan modern, Darwin dengan jelas mengukuhkan dirinya sebagai seorang Naturalist, seorang Agnostis, yang bersikap skeptis, tidak begitu memedulikan apakah Tuhan ada atau tidak. Yang pasti, Darwin sangat menentang keangkuhan otoritas gereja yang mengklaim kebenaran dan memberikan hukuman duduk berlutut di atas kerikil pada anak kesayangannya, Annie, saat Annie mengatakan ada fosil dinosaurus. Secara fisik, digambarkan bagaimana Darwin berjuang melawan simptom penyakitnya yang tidak jelas, nausea, halusinasinya dengan penampakan anaknya yang sudah meninggal, dan usaha penyembuhan penyakitnya yang ia obati sendiri dengan terapi air.

Untuk menghadirkan Darwin sebagai seorang saintis yang bekerja dengan menggunakan metode saintifik, secara periodis dalam film ini diperlihatkan kesibukan Darwin dalam kandang burung, ruangan khusus dipenuhi berbagai macam tabung kaca berisi berbagai binatang kecil, tulang-tulang dan peralatan labor biologi lainnya. Tapi yang menarik adalah kedekatan Darwin dengan anak-anaknya, khususnya Annie, dengan menceritakan contoh-contoh pengamatan Darwin terhadap species-species, burung-burung, pengamatan terhadap perilaku Orangutan dari Kalimantan/Borneo yang dibawa ke Inggris. Dengan bercerita pada anaknya inilah kelihatan sosok Darwin yang sangat mencintai anak dan teori-teorinya yang kompleks menjadi ringan.

Sebagai biopik, film yang mengangkat biografi kehidupan seorang yang sangat berpengaruh dalam Ilmu Pengetahuan dan menelurkan Atheist dalam berbagai bentuk, Creation memiliki fakta yang sebenarnya. Tapi Creation tentunya bukan film Dokumentasi. Creation adalah “sebuah film tentang Charles Darwin”, yang oleh Jon Amiel, si sutradara mendramatisirnya, lebih berupaya memunculkan emosi penontonnya dan menjadikannya populer.

Creation adalah sebuah film yang sangat patut ditonton. Yang mengagumkan lagi adalah kenapa judul film ini tidak Evolution saja, karena film ini mengangkat latar belakang lahirnya karya Darwin tentang Teori Evolusi? Kenapa Creation, yang justru adalah ide yang sangat bertolak belakang dengan Evolusi? Mungkin seperti kehidupan rumah tangga Darwin dan istrinya Emma, dimana mereka tetap hidup damai meski cara pandang dan keyakinan yang berbeda. Seperti menyiratkan, tidak masalah apakah anda seorang pengikut Evolutionist yang cenderung menghilangkan kehadiran Tuhan dan Creationist yang yakin bahwa segala sesuatu diciptakan dengan tujuan oleh sang Maha Pencipta.

Selamat Ulang Tahun Mr. Darwin,,

1 komentar:

  1. Bahkan ketika Charles Darwin sudah meninggalpun, masih ada ucapan ucapan selamat ulang tahun dari penulis ini.... Luar biasa...

    BalasHapus